" WELCOME TO MY BLOG, THANK YOU FOR VISITING . . . "

For Your Information

Calendar

Clock

Twitter

Desa dan Kota

Masyarakat desa dan kota tentunya kita sudah mengetahui pebedaannya yang signifikan mulai dari masyakatnya, sosialisasinya serta lingkungannya. Dimulai dari masyarakat kota, dalam keadaan di perkotaan tentunya kita sudah mengetahuinya mengingat saya juga termasuk masyarakat kota jadi saya tahu bagaimana keadaan di perkotaan, di mulai dari lingkungannya pada lingkungan perkotaan keadaannya cukup menghawatirkan karena lingkungan di perkotaan sudah dicemari oleh beberapa aktivitas dari manusia serta kendaran bermotor yang lalu lalang setiap harinya yang menyebabkan polusi udara yang cukup parah serta cuaca yang tidak menentu akibat dari global warming, serta pada lingkungan perkotaan sangat jarang kita temui kebun atau taman yang ditumbuhi banyak pepohonan yang ada hanyalah gedung-gedung tinggi sehingga suhu di sana menjadi panas dan extreme.

Dari segi masyarakatnya di perkotaan masyarakatnya lebih dominan hidup modern dan glaumour serta di dukung dengan kemajuan teknologinya dan segala kemudahan untuk mengakses kesana sini. Dan dari segi sosialisasinya masyarakat kota kurang berinteraksi satu sama lainnya karena disibukan dengan pekerjaan-pekerjaan mereka, bahkan diantara mereka sulit untuk mengenal satu dengan yang lainnya kecuali dalam lingkungan kerjannya.

Masyarakat desa dari mulai segi lingkungannya saja sudah berbeda sekali dengan lingkungan perkotaan di pedesaan lingkungan disana sejuk, alami dan masih asri, karena disana masih banyak sekali perkebunan dan hutan yang ditumbuhi banyak pepohonan dan transportasi disana juga masih tradisional. Dari segi masyarakat disana sangat ramah serta saling berinteraksi dengan sesama serta sosialisasinya juga sangat baik dan saling bergotong royong dalam membantu sesama yang membutuhkan, tetapi kemajuan teknologi yang ada di pedesaan tidak semaju yang ada di perkotaan itu sebabnya mereka sulit untuk mengakses kesana sini.

Kesimpulan dari saya bahwa antara masyarakat kota dan masyarakat desa mempunyai perbedaan pada beberapa factor contonya seperti diatas tapi perbedaan diatas tentunya kita bisa ubah menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya agar dalam kehidupan bermasyarakat dapat terjalin dengan baik dan harmonis.
[ Read More ]

Posted by Essa Fadhillah 0 komentar»

Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

            Pertumbuhan penduduk di Indonesia kini sudah padat khususnya di pulau jawa, dengan demikian tumbuh berbagai macam ras yang ada di pulau jawa ini setelah tumbuh berbagai macam ras pelapisan sosialpun terjadi. Pelapisan sosial di Indonesia sendiri menurut saya kurang seimbang karena didalam masyarakat Indonesia apabila di bandingan tentang desa dan kota itu sangat berbeda karena kalau dimasyarakat kota pelapisan sosialnya lebih terbuka di banding masyrakat di desa, karena kalau pada masyarakat kota mereka di beri kesempatan untuk bersaing dengan orang lain.

            Pelapisan masyarakat juga diimbangi dengan kesamaan derajat, kesamaan derajat di Indonesia nampaknya kurang di pedulikan oleh masyarakat kita, itu akan berdampak pada kesenjangan sosial contonya antara si kaya dan si miskin yang kita bisa lihat sendiri dari segi kehidupannya si kaya yang hidup enak dengan semua fasilitas yang ada, sedangkan si miskin hudup serba berkecukupan dan kurangnya fasilitas yang ada serta biaya hidup yang semakin lama semakin meningkat.

            Dari yang kita lihat pada kasus diatas seharusnya dalam pelapisan sosial di masyarakat hendaknya diiringi dengan kesamaan derajat agar dalam suatu pelapisan sosial masyarakat bisa saling membantu dan toleransi terhadap sesama agar dalam kehidupan bermasyarakat bisa terjalin lebih akrab dan juga setiap masyarakat bisa saling menghormati antar sesama. Sesuai dengan UUD yang dibuat oleh pemerintah yaitu:

1.      Pasal 27
        ayat 1, berisi mengenai kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warga negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemenrintahan
        ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
2.      Pasal 28, ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
3.      Pasal 29 ayat 2, kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara
4.      Pasal 31 ayat 1 dan 2, yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran

Dengan pasal – pasal di atas, sudah jelas bahwa kita harus saling bertoleransi terhadap orang lain khususnya warga Indonesia. Tidak ada pandangan si kaya dan si miskin, si pintar dan si bodoh, semua di mata perundangan Indonesia adalah sama.
[ Read More ]

Posted by Essa Fadhillah 0 komentar»

Hubungan Negara dan Warga Negara

Hubungan suatu warga Negara dengan negaranya adalah menyangkut Hak dan Kewajiban, sebagai warga Negara kita perlu tau kewajiban kita sebagai warga Negara juga hak yang kita peroleh sebagai warga Negara. Disini saya akan membahasnya, dalam hal kewajiban kita sebagai warga Negara harus mematuhi aturan perundang-undangan yang telah di buat oleh pemerintah dan juga wajib membela Negara kita. Saat ini kebetulan moment yang tepat untuk membahas seputar hal ini karena saat ini kita warga Negara Indonesia sedang merayakan hari pahlawan yang jatuh pada tangggal 10 November. Disinilah kewajiban kita sebagai warga Negara, harus melanjutkan perjuangan pahlawan kita yang telah berjuang untuk memerdekakan bangsa ini dengan seluruh tumpah darahnya.

Kewajiban kita di jaman sekarang ini tidaklah berperang seperti zaman dahulu tetapi hanya memikirkan kelangsungan bangsa ini di kemudian hari agar lebih baik lagi dan juga melindungi bangsa kita dari ancaman baik dari dalam maupun dari luar. Sebagai mana kita ketahui kewajiban yang harusnya kita jalankan ini tapi malah banyak yang diacuhkan oleh masyarakat kita dengan hal-hal yang merusak bangsa seperti: korupsi, merenggut hak asasi manusia, mempermainkan hukum dan masih banyak yang lainnya.

Perbuatan-perbuatan seperti itu hendaknya jangan kita lakukan karena dengan kita melakukan  korupsi, merenggut hak asasi manusia, mempermainkan hukum kita secara perlahan akan membawa bangsa pada kehancuran dan kelangsungan hidup bangsa itu pun tidak akan bertahan lama. Yang kita lakukan hendaklah yang dapat membawa bangsa kita ke era yang lebih baik lagi dan membawa bangsa kita pada kemajuan di segala bidang serta menjunjung tinggi hak asasi manusia.

“INDONESIA UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK”
[ Read More ]

Posted by Essa Fadhillah 0 komentar»

Bangkit Pemuda

           Pemuda sebagaimana kita ketahui adalah pembawa perubahan pada bangsa, tapi disini saya akan membahas tentang pemuda dan sosialiasinya. Sosialisasi pemuda sekarang kini makin berkembang dengan kegiatan-kegiatan yang positif contohya saja yang ada di dalam universitas saya ada suatu gerakan yang bernama BEF (Badan Eksekutif Mahasiswa) yang tugasnya mengkoordinir kegiatan-kegiatan apa saja yang akan dilakukan seperti: pensi, lomba, seminar serta kunjungan industri.


Fungsi BEF juga bukan mengkoordinir kegiatan-kegiatan saja tetapi juga sebagai penyalur aspirasi dari seluruh mahasiswa dalam masa perkuliahan ini. Di masyarakat juga mungkin telah terbentuk gerakan-gerakan kepemudaan yang bertujuan untuk membuat bangsa lebih maju dan berkembang lagi.

Sebagaimana kita ketahui yang membuat bangsa Indonesia merdeka adalah karena desakan dan saran dari pemuda Indonesia yang menculik Soekarno dan Hatta untuk segera menproklamasikan kemerdekaan Indonesia dan hasil dari saran serta tindakan pemuda tersebut Indonesia akhirnya merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Sehubungan dengan hal ini lahirlah sumpah pemuda yang kita peringati pada tanggal 28 oktober yang di kenal sebagai “Hari sumpah pemuda”.

Dalam hal ini tentunya peran serta pemuda dalam kemajuan bangsa sangatlah penting karena pemudalah yang nanti akan meneruskan perjalanan bangsa di masa yang akan mendatang, jadi intinya kita harus bisa menjadi pemuda yang berguna demi nusa dan bangsa bukan malah menjatuhkan bangsa, yang bisa menjadi pemimpin bangsa dimasa yang akan datang, juga sebagai pemuda yang berfikir rasional dalam bertindak.
[ Read More ]

Posted by Essa Fadhillah 0 komentar»

Kehidupan Di Era Globalisasi

Saya akan membahas tentang kehidupan di era globalisasi yang ada hubungannya tentang individu, keluarga, dan masyarakat. Di era globalisasi banyak yang sudah berubah mulai teknologi sampai kehidupan yang serba modern dan instant, tapi kali ini saya akan membahas tentang kehidupan yang terjadi di era globalisasi ini.  Kehidupan di era globalisasi ini sungguh berbeda dengan kehidupan di jaman dahulu, kehidupan jaman sekarang ini sudah bisa di bilang canggih semuanya serba teknologi, sebut saja BlackBerry yang kini menjadi booming di kalangan masyarakat Indonesia tidak terkecuali anak remaja jaman sekarang yang sudah banyak memegang gadget tersebut, ini merupakan salah satu sebagian contoh dari apa yang kita lihat di kehidupan jaman sekarang coba kita bandingkan di jaman dahulu orang yang memegang handphone saja bisa di hitung jumlahnya dan kehidupan pada jaman dahulu memang tidak secanggih jaman sekarang karena dulu teknologi baru belum ada.

Dari segi Individu bisa dilihat bahwa kehidupan sekarang terlalu dimanjakan dengan semuanya yang serba instant dan serba ada, ini bisa menjadikan seseorang dipermudah dan di percepat dalam bekerja tetapi bisa juga membuat seseorang malas dan lupa akan pekerjaannya. Dalam hal ini peran keluarga pun sangat penting untuk mendidik dan memberitahu tentang kehidupan yang ada di era globalisasi sekaligus filter akan dampak negative hidup di era ini.

Bisa di tarik kesimpulan bahwa hidup di era globalosasi ini tidak semudah hal yang kita bayangkan, bahkan dengan semuanya yang serba instant ini masih ada saja yang memperoleh kesulitan. Jadi setidaknya kita harus protect diri kita sendiri agar tidak terkena dampak negative di era globalisasi dan kita selalu sharing dengan keluarga kita juga belajar dari kehidupan di masyarakat.
[ Read More ]

Posted by Essa Fadhillah 0 komentar»

Fenomena Gadget

Di zaman yang serba modern ini dengan perkembangan teknologi yang begitu pesatnya, serta populasi penduduk yang semakin meningkat yang sangat membutuhkan suatu pembaharuan akan teknologi disini saya akan sedikit bercerita tentang fenomena gadget, karena fenomena ini sangat berpengaruh dengan penduduk, masyarakat serta kebudayaan yang ada di Negara kita ini.

Suatu teknologi yang umumnya pada masyarakat menengah mempunyai yang namanya gadget atau smartphone, atau bisa di bilang handphone yang memiliki kelebihan tertentu kini telah booming di masyakat khususnya masyarakat di perkotaan, jumlah penduduk yang makin banyak serta teknologi yang tidak ada habisnya memberikan hal yang baru, disamping masyarakat kota yang selalu update dengan teknologi lain halnya dengan masyarakat desa yang pengetahuan akan teknologi atau suatu hal yang baru yang minim, karena penduduk desa sebagian besar tidak bekerja pada suatu perusaahan mereka bekerja hanya sebagai petani, peternak, atau juga hanya berkebun, mungkin itu sebabnya mereka tidak mengetahui tentang teknologi yang baru atau bisa juga disebabnya karena faktor wilayah mereka serta kebudayaan mereka yang menjadi tadisi menyebabkan teknologi susah masuk di dalam suatu penduduk disana, namun menurut saya seharusnya mereka tetap menerima teknologi yang baru tetapi masih juga mempertahankan kebudayaan yang ada di daerah tersebut, agar mereka tidak tertinggal akan kemajuan teknologi yang ada juga tidak terbawa akan arus negative dari suatu teknologi.

Di masyarakat kota pun masih terjadi perbedaan antar penduduk umumnya pada masyarakat menengah keatas dan masyarakat menengah ke bawah. Pada masyarakat menegah keatas mereka semua bisa mempunyai suatu teknologi yang update contohnya gadget, dengan gadget tersebut mereka pastinya lebih maju dan dapat memberikan hasil yang positif bagi kemajuan bangsa namun fenomena yang terjadi malah kebanyakan memberikan hal yang negatif khususnya dalam hal gotong royong mereka lebih mementingkan gadget mereka dibanding teman atau saudara mereka yang sedang memerlukan bantuan, inilah hal yang negatif yang terjadi pada suatu masyarakat akibat teknologi. Beda dengan masyarakat menengah kebawah yang di satu sisi belum mampu mempunyai teknologi baru namun di sisi lain mereka masih bisa mempunyai kepedulian antar sesama, karena di lingkungan mereka memang sudah menjadi budaya untuk saling membatu. Hal tersebut sebaiknya juga dilakukan bagi masyarakat menengah keatas dan saling berbagi tentang sesuatu yang baru ke semua lapisan masyakat.

Kesimpulan saya bahwa teknologi memberikan dampak yang cukup besar bagi perubahan suatu penduduk, masyarakat dan kebudayaan, namun dengan kemajuan teknologi yang ada janganlah kita menghilangkan rasa kepedulian kita terhadap sesama dan menghilangkan suatu kebudayaan asli bangsa kita bangsa Indonesia.
[ Read More ]

Posted by Essa Fadhillah 0 komentar»

About Me and My Environment

Nama saya Essa Fadhillah biasa di panggil Essa tapi bisa juga panggil saya dengan nama Fadhil tapi itu terserah kalian mau memanggil saya dengan sebutan apa asalkan yang ada hubungannya dengan nama asli saya, saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara, saya tinggal di daerah Bekasi tepatnya di Kelurahan Kranji.

Short Story About Me

Kehidupan saya dimulai pada tanggal 13 September 1993, bisa juga di bilang itu adalah tanggal lahir saya, tepatnya di Jakarta Barat di RS Harapan Kita saya dilahirkan. Sejak saya dilahirkan sampai saya berumur kira-kira dua tahun saya masih tinggal di daerah Jakarta Barat tidak jauh dari tempat saya dilahirkan yaitu di Tanah Abang di daerah Kota Bambu disanalah saya tinggal dan bertemu teman-teman yang bisa di bilang mereka adalah teman pertama saya sebelum saya tinggal di Bekasi. lingkungan disana tidak begitu baik tapi walaupun lingkungan disana tidak begitu baik saya masih mempunyai teman-teman yang menurut saya baik-baik dan cukup ramah bisa di bilang.

Welcome to Bekasi and Welcome to School

Kira-kira umur tiga tahun saya sudah pindah dari Jakarta ke Bekasi. Menginjak umur lima tahun saya sudah masuk ke Taman Kanak-kanak (TK). TK saya dulu bernama TK Muslimat disanalah pertama kali saya menuntut ilmu. Kira-kira satu tahun lamanya saya bersekolah di (TK) akhirnya saya lulus.

Pada tahun 1999 saat umur saya enam tahun saya melanjutkan ke jenjang sekolah dasar (SD). SD saya bernama SDN Kranji I enam tahun lamanya saya bersekolah disana, betemu dengan teman teman baru, mengenal lingkungan di SD dan mengetahui sesuatu yang saya tidak ketahui, entah begitu waktu cepat berlalu 6 tahun itu serasa cepat sekali hingga akhirnya saya menerima Ijazah yang bertandakan Lulus.

Setelah lulus SD saya melanjutkan ke jenjang SMP pastinya. SMP saya dulu bernama SMP Negeri 14 Bekasi. Sebelum masuk SMP saya di tes terlebih dahulu untuk bisa masuk di SMP Negeri, ya memang sudah menjadi persyaratan yang umum bila kita ingin masuk di Sekolah Negeri. Setelah melewati beberapa tes akhirnya saya di terima menjadi siswa di SMPN 14 bekasi. 2 tahun lamanya saya bersekolah disana, hingga akhirnya saya menginjak kelas 3 SMP pada saat itu saya harus belajar dengan giat karena akan menghadapi UN (Ujian Nasional), Saya mengikuti Pendalaman materi, melewati beberapa Try Out dan juga mengikuti Bimbel di luar semua dilakukan agar saya bisa lulus pada waktu itu. Dan hasil jerih payah saya di SMP membuahkan hasil akhirnya saya bisa lulus dengan NEM yang cukup memuaskan.

Jenjang SMP sudah saya lewati dan akhirnya saya harus memutuskan setelah lulus SMP saya melanjutkan kemana? Apakah melanjutkan ke SMA atau ke SMK? Akhirnya saya mendapatkan pencerahan dari orang tua saya. Orang tua saya menyarankan saya untuk bersekolah di SMK saja karena kata orang tua saya SMK lebih terfokus dalam jurusan, setelah saya pikir-pikir benar juga ya. Akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Waktu itu saya mendaftar di SMKN 1 Bekasi mengambil jurusan Multimedia. tetapi saya tidak di terima di sana karena saya tidak lolos seleksi, pada akhirnya saya mendaftar lagi di SMK swasta tepatnya di SMK BPS&K II Jakarta. Disana saya mengambil jurusan yang sama dengan yang saya ambil sewaktu mendaftar di SMKN 1 Bekasi yaitu Multimedia.

My Story in SMK BPS&K II and Multimedia

Tepatnya tahun 2008 saya sudah memasuki jenjang Sekolah Menengah Kejuruan. Nama SMK saya adalah SMK BPS&K II Jakarta tepatnya di Pondok Kelapa Jakarta timur. Di sana saya mengambil jurusan Multimedia, saya mendapatkan banyak pengalaman disana mulai dari lingkunan sekolah yang baru, teman-teman yang baru, hingga ilmu yang saya belum ketahui sebelumnya.

Di jurusan multimedia saya belajar tentang yang namanya Desain Grafis, Video Editing, Sound Recorder, sampai Animasi. Saya pun mendapatkan banyak pengalaman dalam dunia multimedia, seperti yang saya buat dalam tugas akhir saya di SMK saya membuat media belajar tentang Menggabungkan Gambar 2D Kedalam Sajian Multimedia.

Tiga tahun lamanya saya bersekolah di SMK akhirnya saya pun lulus dan melanjutkan sekolah yang lebih tinggi. Setelah lulus SMK saya sempat mengikuti SNMPTN 2011 tapi saya gagal dalam seleksi dan saya pun mendaftar di Universitas Gunadarma di sana saya mengambil jurusan Teknik Informatika, sebelum diterima disana saya harus mengikuti beberapa tes terlebih dahulu, diantaranya Tes kemampuan dasar dan tes kesehatan, hingga akhirnya saya mengikuti PPSPPT dan resmi menjadi mahasiswa di Universitas Gunadarma sampai sekarang.

Home Environment

Lingkungan rumah saya bisa dikatakan Just Ordinary atau biasa-biasa tidak buruk juga tidak begitu baik sama seperti di dalam rumah saya kadang ramai kadang juga sepi begitupun dengan hidup saya, Lho kok jadi curhat? Ya pokonya intinya Just Ordinary deh!.

For All My Friend

Terima kasih teman-teman saya yang membuat hidup saya ini lebih mempunyai makna dan memberi warna warni dalam hidup saya ini, saya tidak tau apa jadinya kalo kalian tidak pernah hadir disini, terima kasih kepada teman-teman saya dari saya masih kecil hingga sekarang, satu kata yang mungkin mewakili sejuta kata dari saya untuk kalian kawan “Friends you always in my heart”.
  
[ Read More ]

Posted by Essa Fadhillah 0 komentar»